Kenangan penyerangan di Paris menghantui Loew, Deschamps

0
11

Pelatih Jerman Joachim Loew dan mitranya dari Prancis Didier Deschamps mengakui masih dihantui oleh kenangan akan serangan teror November 2015 di Paris, menjelang pertandingan persahabatan internasional

Juara dunia Jerman menjamu Prancis di Cologne dengan peristiwa dua tahun lalu yang masih membidik sebuah bayangan.

Pada tanggal 13 November 2015, pelaku bom bunuh diri meluncurkan alat peledak di luar Stade de France saat pertandingan Jerman dengan Prancis yang merupakan awal dari serangkaian serangan teror yang menewaskan 130 orang.

Loew dan regu Jerman yang tertegun dipaksa menginap di stadion di Paris selama tindakan keras keamanan.

“Anda tidak melupakan hal seperti itu, kenangan kembali berulang-ulang,” kata Loew pada sebuah konferensi pers, Senin.

“Itu adalah pengalaman dramatis dan yang tidak ingin Anda alami lagi.

“Anda berhasil memblokir sesuatu sedikit, tapi malam itu ditandai dengan ketakutan berada di dalam stadion.”

Pelatih Prancis Didier Deschamps, yang juga bertanggung jawab atas tim nasionalnya pada malam yang menentukan itu, mengatakan bahwa host tersebut sama-sama terpengaruh oleh serangan di Paris.

“Saya tidak akan pernah melupakan bagaimana keadaannya di stadion, kami takut, ada air mata,” kata pemenang Piala Dunia 1998.

“Saya tidak akan pernah melupakan gelombang solidaritas yang diikuti.”

Deschamps mengungkapkan skuad Prancis tersebut sempat terdiam sesaat sebelum sesi latihan terakhir mereka di Cologne pada hari Senin untuk mengingat mereka yang meninggal dua tahun lalu.

Cologne akan siaga merah, karena sepertiga dari tiket pertandingan hari Selasa di Stadion Rhein-Energie belum terjual dan sebuah cincin keamanan akan dilemparkan ke tanah.

Loew mengatakan bahwa dia merasa aman dalam pengaturan keamanan.

“Saya percaya pada tindakan itu,” katanya. “Akan ada kontrol berat dan tingkat keamanan akan sangat tinggi. Saya merasa aman.”